keyblade cursor

Keyblade

Sabtu, 09 Agustus 2014

Pesta Santo Santa, Sabtu 9 Agustus 2014

Santo Oswaldus, Martir

Putera raja Northumbria ini mengungsi ke biara Hay setelah ayahnya gugur dalam suatu pemberontakan. Ia dibaptis dan beberapa waktu kemudian berhasil merebut kembali kerajaan, bahkan memperluasnya. Dengan bantuan Santo Aidan ia mengkristenkan rakyatnya. Oswaldus gugur dalam suatu serangan dari seorang raja kafir. Santo Oswin menggantikannya sebagai raja dan misionaris. Akan tetapi ia pun kemudian dibunuh oleh Raja Osway.

Info lengkap :
Oswald was the son of Æthelfrith of Bernicia and came to rule after spending a period in exile; after defeating the British ruler Cadwallon ap Cadfan, Oswald brought the two Northumbrian kingdoms of Bernicia and Deira once again under a single ruler, and promoted the spread of Christianity in Northumbria. He was given a strongly positive assessment by the historian Bede, writing a little less than a century after Oswald's death, who regarded Oswald as a saintly king; it is also Bede who is the main source for present-day historical knowledge of Oswald. After eight years of rule, in which he was the most powerful ruler in Britain, Oswald was killed in the Battle of Maserfield.

Renungan Sabtu, 09 Agustus 2014: Kecil tetapi Besar

Bacaan Injil hari ini seakan menjadi peneguhan terhadap pernyataan Yesus tentang penderitaan-Nya di Yerusalem. Yesus menantang kesetiaan para murid untuk mengikuti-Nya dan mewartakan Kerajaan Allah sampai akhir. Iman mereka pun diuji dengan peristiwa pengusiran setan. Para murid belum dapat mengusir setan karena mereka kurang percaya. Padahal, jika mereka memiliki iman sebesar biji sesawi saja, mereka dapat melakukan karya yang besar. Mengapa Yesus memilih biji sesawi sebagai takaran iman para murid? Biji sesawi ukurannya sangat kecil, tetapi jika disemai, biji itu akan segera tumbuh dengan kuat, besar, dan relatif lebih tahan kekeringan. Biji yang kecil itu juga menghasilkan manfaat yang besar.

Yesus bermaksud meyakinkan para murid bahwa mereka harus lebih percaya kepada Bapa-Nya. Mereka harus memiliki iman yang kuat dan teguh supaya dapat membawa banyak orang pada keselamatan. Iman kita pun seringkali diuji oleh berbagai tantangan dan kesulitan dalam hidup dan karya kita. Namun, Yesus ingin supaya kita tetap teguh. Hanya dengan setitik iman yang teguh disertai doa dan usaha terus-menerus, kita dapat memperoleh mukjizat sesuai dengan kehendak-Nya. Yesus meminta kita untuk percaya, selebihnya Ia yang akan menyempurnakan.

Theresia Vita Prodeita

Bacaan Injil, Sabtu 09 Agustus 2014: Mat 17:14-20

Mat 17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,

Mat 17:15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.

Mat 17:16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."

Mat 17:17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"

Mat 17:18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.

Mat 17:19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"

Mat 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id